d44527d0-6151-4321-91a9-738587d42cba_169.jpg

Dolar AS mencapai level tertinggi dalam satu minggu terhadap euro dan pound Inggris pada awal perdagangan di Eropa Selasa (5/2).Membangun keuntungan setelah data AS yang kuat pada pekan lalu.

Tidak adanya kemajuan dalam pembicaraan antara pejabat Inggris dan Eropa tentang Brexit juga membebani kedua mata uang yang berhadapan dengan dolar AS. Di tengah meningkatnya risiko Inggris meninggalkan Uni Eropa pada bulan Maret tanpa jaring pengaman dari pengaturan transisi untuk menjamin perdagangan yang lancar antara keduanya

Pembicaraan antara anggota parlemen Inggris dan pejabat Komisi Uni Eropa tidak mencapai kemajuan berarti pada hari Senin (4/2). Sementara laporan menunjukkan bahwa dukungan untuk Perdana Menteri Inggris Theresa May dari dalam partainya sendiri kembali goyah.

Pasangan mata uang EUR/USD jatuh ke level $ 1,1416 pada pukul 08:25 GMT, sementara pound turun ke level terendah di $ 1,3027 sebelum sedikit mengalami pemulihan menjadi $ 1,3031.

Pasar Eropa menghadapi ujian sentimen yang kuat pada pagi hari ini waktu setempat dari serangkaian survei layanan dan pembelian manajer. Serta mendapatkan tekanan dari data penjualan ritel zona euro untuk bulan Desember.

Terhadap yen, dolar AS sedikit lebih lemah di awal perdagangan Eropa, setelah melampaui 110 yen untuk pertama kalinya tahun ini pada hari Senin (4/2). Di tengah pemulihan umum dalam selera risiko.

Pergerakan ini terjadi meskipun data yang agak lebih lemah dari perkiraan untuk pesanan pabrik AS yang dirilis pada hari Senin (4/2) malam.

Dilansir oleh inforexnews.com