1 2ErxJHtbpp-CSKpRfNo75w.jpeg

Dua otoritas Korea Selatan telah mengumumkan penyelidikan bersama dalam penanganan data pribadi bursa pertukaran kripto. Dua Agensi yang dimaksud adalah Komisi Komunikasi Korea (KCC) dan Badan Internet & Keamanan Korea (KISA) .

KCC dan KISA akan menyelidiki potensi pelanggaran hak privasi data oleh bursa pertukaran kripto dalam hubungannya dengan penyedia layanan pihak ketiga – misalnya, aplikasi smartphone yang dirancang untuk layanan seperti real-estate, belanja, dan perjalanan.

Probe dilaporkan akan memeriksa status tindakan perlindungan teknis dan administratif yang terkait dengan data pribadi pengguna – yang meliputi tindakan kontrol akses data, tindakan anti-gangguan, enkripsi data pribadi, dan perlindungan malware.

Setelah meninjau pengumpulan, penggunaan, penyediaan, dan perusakan data pribadi oleh bursa pertukaran kripto dan pihak ketiga, pihak berwenang mengatakan bahwa mereka akan menerapkan hukuman administratif jika mereka menemukan pelanggaran terhadap undang-undang perlindungan data negara.

Chosun melaporkan lebih lanjut bahwa KCC akan menyelidiki delapan perusahaan penanganan uang kripto yang telah menerima perintah korektif setelah melanggar Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi Korea pada tahun 2017.

Chosun mengutip sumber lokal yang mengatakan bahwa pencurian terbaru dari bursa pertukaran kripto domestik telah menjadi dorongan kuat untuk penyelidikan baru.

Hal ini termasuk peretasan $ 1 juta dari Bithumb yang merpakan bursa pertukaran utama Korea, sehingga membuat KISA menyelidiki kemitraan dengan lembaga lain. Khususnya, sesaat sebelum kejadian itu, Bithumb telah diberikan waktu selama tiga bulan mengenai kejelasan operasinya oleh pihak berwenang Korea Selatan.

Sepanjang musim semi, bursa Korea telah menghadapi pengawasan yang meningkat dari regulator untuk kepatuhan mereka dengan standar anti pencucian uang (AML) dan langkah-langkah pencegahan penipuan lainnya.

Baru-baru ini, Komisi Layanan Finansial Korea (FSC) merilis serangkaian pedoman AML yang direvisi untuk mata uang virtual.

Sumber : Inforexnews