euro.jpg

Euro melemah pada hari Jumat (1/6) sementara dolar AS naik di tengah kekhawatiran geopolitik. Euro tetap berada di bawah tekanan meskipun meredanya ketegangan politik di Italia. Partai populis Five-Star dan Liga membentuk koalisi pemerintahan pada hari Kamis (31/5) dan menerima persetujuan dari presiden. Sementara itu di Spanyol, Perdana Menteri Mariano Rajoy menghadapi mosi tidak percaya, yang diperkirakan akan disahkan pada hari Jumat (1/6).

EUR/USD turun tipis 0,04% menjadi 1,1686 pada pukul 09:24 GMT, bergerak mendekati level terendah enam bulan. Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, naik 0,09% menjadi 94,03.

Investor saat cenderung terfokus pada data non-farm payrolls, sering dilihat sebagai indikator kesehatan ekonomi AS, pada pukul12:30 GMT. Pedagang akan memperhatikan data upah dan setiap petunjuk bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga.

The Fed menaikkan suku bunga pada bulan Maret dan diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebanyak dua kali lebih banyak, termasuk pada pertemuan berikutnya pada bulan Juni.

Ketegangan perdagangan terus berlanjut setelah AS mengumumkan akan melanjutkan tarif impor baja dan aluminium dari Uni Eropa, Kanada dan Meksiko, yang memicu kekhawatiran akan perang dagang besar-besaran. Ketiganya mengatakan mereka berencana untuk melakukan langkah balasan.

Dolar AS menguat terhadap yen safe-haven, dengan USD/JPY naik 0,34% menjadi 109,18. Pound sedikit turun, dengan GBP/USD jatuh 0,02% menjadi 1,3293. Di tempat lain, dolar AS Australia lebih rendah, dengan AUD/USD turun 0,36% pada 0,7541, sementara NZD/USD merosot 0,21% menjadi 0,6986.

Sumber : Inforexnews