14.jpg

Euro jatuh pada hari Rabu (4/7) karena tingkat kepercayaan manajer pembelian yang lebih lemah di Eropa dibayangi oleh data yang lebih baik dari perkiraan pada aktivitas bisnis. Sementara kekhawatiran tentang batas akhir pekan Washington untuk memberlakukan tarif impor China semakin memperkeruh situasi perdagangan.

Euro Masih Kalah dengan Kinerja Yuan China

Yuan menjadi pemenang besar, memperoleh peningkatan sebanyak 0,8 persen. Seiring dengan mata uang China berhasil pulih dari level terendah dalam 11 bulan, setelah bank sentral campur tangan untuk membendung mata uang tersebut tergelincir.

Mata uang utama sebagian besar diperdagangkan dalam kisaran, namun, dengan perayaan Hari Kemerdekaan di Amerika Serika, situasi tersebut membuat para pedagang tidak berani untuk mengambil porsi besar. Paling tidak sampai ada kejelasan tentang mengarah kemana perang perdagangan AS-China, serta sejauh mana Eropa akan turut terlibat.

China sendiri telah menekan Uni Eropa untuk mengeluarkan pernyataan bersama yang kuat terhadap kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump.

Saham Eropa mengikuti rekan-rekan Asia mereka bergerak ke arah merah, karena kekhawatiran investor tentang tarif AS terhadap produk dari China senilai $ 34 miliar, yang mulai berlaku pada 6 Juli. Beijing sendiri juga menyatakan akan melakukant indakan balasan yang sama terhadap produk AS.

Euro turun 0,1 persen menjadi $ 1,1639, setelah data menunjukkan pertumbuhan bisnis zona euro dipercepat pada bulan Juni, membuat Bank Sentral Eropa lebih mungkin untuk melakukan pengetatan kebijakan. Tetapi optimisme di antara manajer pembelian berada pada titik terendah sejak akhir 2016.

Sumber : Inforexnews