Indeks US Dollar bergerak lemah dan perlahan hingga penutupan sesi pasar kemarin Kamis. Harga ditutup sedikit melemah saja yang menggambarkan kebimbangan pelaku pasar terhadap indeks US Dollar ini meskipun sebelumnya terkerek jatuh. Pergerakan tipis Greenback terjadi setelah publikasi notulen dari rapat kebijakan Federal Open Market Committee (FOMC).

Notulen yang dirilis pada dini hari tadi ternyata tidak banyak mempengaruhi ekspektasi para investor terhadap kenaikan suku bunga acuan The Fed pada bulan Desember tetapi justru memperkuat ekspektasi dan spekulasi bahwa tingkat suku bunga bank sentral Amerika Serika yang semakin mendekat ke level netral.

Indeks US Dollar yang mengukur kekuatan greenback terhadap transaksi pair terhadap enam mata uang utama, berakhir turun 0,04 persen menjadi kisaran 96,80.

Salah satu isi dari notulen The Fed adalah,

"Para anggota terus berharap bahwa peningkatan secara bertahap yang lebih jauh pada kisaran target untuk tingkat suku bunga federal akan menjadi konsisten dengan adanya ekspansi berkelanjutan di sektor ekonomi, kondisi statistik tenaga kerja yang kuat dan inflasi yang mendekati target simetris sekitar 2%, komite ini untuk target jangka menengah.”

Ketua the Fed, Jerome Powell, mengatakan sebelumnya pada hari Rabu lalu, suku bunga saat itu “di bawah” netral, hal ini meredam optimisme untuk kelanjutan dari siklus kenaikan suku bunga yang lebih agresif.

Dollar Amerika juga masih didukung oleh sentimen pelemahan mata uang poundsterling karena para investor masih terus merasa khawatir tentang potensi hasil pemungutan suara parlemen Inggris pada kesepakatan Brexit yang dijadwalkan akan digelar pada 11 Desember mendatang.

Dilansir oleh inforexnews.com